Lompat ke isi utama
x

Public Lecture USK Kolaborasi Dengan International Islamic University Malaysia

Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan kolaborasi akademik internasional dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) dalam seri public lecture dengan topik “Understanding of Disaster Management System in Malaysia and Indonesia: Aceh as Case Study”. Kegiatan public lecture  ini diselanggarakan pada Kamis, 4 Maret 2021 dengan metode daring. Public lecture ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota USK serta dari Departemen Urban and Regional Planning IIUM. Program ini merupakan rangkaian dari kegiatan Departemen Urban and Regional Planning IIUM yang terkait dengan mata kuliah Comparative Planning yang menekankan pada perbandingan sistem perencanaan wilayah dan kota di berbagai negara. Kali ini, IIUM ingin mempelajari sistem perencanaan di Indonesia serta disaster management di Aceh.

Public lecture ini dibuka oleh Ketua Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ashfa, S.T., M.T. dan ketua jurusan Urban and Regional Planning IIUM, Asst. Prof. Dr. Syafiee Shuid. Speaker dari USK dalam public lecture ini adalah Assistant Profesor, Ir. Halis Agussaini, M.T. serta Putra Rizkiya, S.T., M.Sc. Sementara speaker dari dari IIUM yaitu Asst. Prof. Dr. Syakir Amir Ab. Rahman dan Asst. Prof. Dr. Illyani Ibrahim. Public lecture ini juga diisi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh, Jalaluddin, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, Prof. Ashfa berharap agar kolaborasi ini bisa bermanfaat bagi kedua universitas utamanya dalam sharing pengetahuan terkait sistem perencanaan di Indonesia dan Malaysia serta saling belajar terkait dengan manajemen bencana. Sementara Ketua Jurusan Asst. Prof. Dr. Syafiee Shuid dari IIUM berharap agar kolaborasi ini akan terus berlanjut hingga penyelenggaraan webinar bersama yang direncanakan pada April 2021.

Asst Prof Halis Agussaini menjabarkan tentang sistem perencanaan di Indonesia baik perencanaan pembangunan maupun perencanaan tata ruang dari tingkat nasional hingga tingkat daerah, Perencanaan pembangunan di Indonesia dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang. Sementara perencanaan tata ruang dituangkan dalam dokumen RTRW, RDTR dan RTBL. Sementara Asst. Prof. Dr. Syakir Amir Ab. Rahman menjelaskan tentang sistem perencanaan di Malaysia.

Kepala Dinas PUPR Jalaluddin yang diwakili oleh Kabid Tata Ruang PUPR menjelaskan tentang berbagai upaya manajemen bencana di Kota Banda Aceh, baik dari segi perencanaan fisik seperti pembangunan tata ruang berbasis mitigasi bencana dan non fisik seperti simulasi kebencanaan. Dalam pemaparannya, Putra Rizkiya, S.T., M.Sc menjelaskan tentang manajemen bencana di Aceh, dengan fokus utama di Kota Banda Aceh. Banda Aceh saat ini sering menjadi salah satu area studi terkait kebencanaan. Bencana gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 meluluhlantakkan Kota Banda Aceh. Namun, berkat upaya pemerintah dan dunia internasional Kota Banda Aceh mampu bangkit dari keterpurukan. Bencana dahsyat tersebut juga meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat akan pentingnya manajemen bencana di Kota Banda Aceh. Sementara Asst. Prof. Dr. Illyani Ibrahim menerangkan tentang fenomena urban heat island dan dampak iklim yang ditimbulkannya terhadap lingkungan kota.